Festival Musim Semi, yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek, merupakan festival tradisional paling penting dan paling luas dirayakan di Tiongkok, menandai awal tahun baru Imlek. Festival ini biasanya jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari, dan pada tahun 2026, festival ini memperingati Tahun Kuda. Bagi masyarakat Tiongkok, di mana pun mereka berada di seluruh dunia, festival ini merupakan momen untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul kembali dengan keluarga, serta menyambut awal yang baru dengan harapan dan kegembiraan.
Asal-usul Festival Musim Semi dapat ditelusuri hingga lebih dari 4.000 tahun yang lalu, berakar pada ritual kuno untuk memuja dewa-dewa dan leluhur, serta mengusir monster mitologis bernama "Nian" yang konon membahayakan manusia selama Tahun Baru. Saat ini, meskipun mitos tersebut hanya sebuah kisah, banyak tradisi yang berasal darinya tetap lestari, seperti menempelkan pasangan kalimat merah (dui lian), menggantung lentera merah, dan menyalakan kembang api—warna merah melambangkan keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Tiongkok, sedangkan kembang api dipercaya mampu mengusir nasib buruk.
Persiapan untuk Festival Musim Semi dimulai beberapa minggu sebelumnya. Keluarga membersihkan rumah mereka secara menyeluruh untuk "menyapu nasib buruk", membeli pakaian baru yang akan dikenakan pada Hari Tahun Baru, serta menyiapkan makanan dalam jumlah berlimpah. Hidangan paling penting adalah makan malam Malam Tahun Baru, sebuah jamuan besar di mana keluarga berkumpul di sekitar meja untuk menikmati hidangan-hidangan bermakna khusus, seperti pangsit (melambangkan kekayaan) dan ikan (melambangkan kelebihan dan kemakmuran).
Selama festival ini, masyarakat mengunjungi sanak saudara dan teman-teman untuk saling menyampaikan ucapan selamat, sering kali mengucapkan 'Selamat Tahun Baru' atau 'Semoga Anda beruntung di Tahun Kuda.' Anak-anak paling menantikan perayaan ini karena mereka menerima amplop merah berisi uang dari orang tua dan orang tua mereka, sebagai bentuk berkah bagi kesehatan dan pertumbuhan mereka. Perayaan publik meliputi tarian naga dan singa, yang semarak dan penuh warna, menarik kerumunan untuk menyaksikan serta turut serta dalam kegembiraan tersebut.
Di luar perayaan itu, Festival Musim Semi mengandung makna budaya yang mendalam. Festival ini menekankan pentingnya reuni keluarga, penghormatan kepada orang tua, serta harapan akan masa depan. Bagi warga asing, Festival Musim Semi bukan sekadar hari libur, melainkan jendela untuk memahami nilai-nilai Tiongkok—keharmonisan, rasa syukur, serta pentingnya ikatan keluarga. Dalam beberapa tahun terakhir, Festival Musim Semi juga telah menjadi perayaan global, dengan berbagai kegiatan diselenggarakan di seluruh dunia guna membagikan budaya dan kegembiraan Tiongkok.